Antara Waktu dan Mahasiswa

Waktu merupakan hal yang sangat penting bagi semua manusia tak terkecuali mahasiswa. Jika seseorang kehilangan waktu, dia tidak akan mampu kembali kepada waktu yang lalu. Oleh karena itu, semua orang berlomba-lomba menjaga waktu mereka. Tapi sayang sekali, lupa waktu sering tiba-tiba datang dalam kehidupan manusia.

Bagi orang yang mampu sekalipun, mereka tidak akan dapat membeli waktu meskipun hanya satu menit. Apabila sudah terjadi seperti ini, hal tersebut merupakan hal yang sangat berharga. Mereka akan sangat sulit untuk mendapatkan waktu itu kembali terutama apabila waktu hanya dihabiskan untuk bermain games di komputer selama berjam-jam.

Bagi sebagian mahasiswa bermain games di komputer adalah salah satu aktivitas yang sangat menyenangkan. Apalagi dari zaman ke zaman perkembangan games semakin canggih. Dan membuat mahasiswa lebih tertarik bermain games daripada belajar. Dan juga games tersebut sangat memanjakan pemainnya sehingga menjadikan lupa waktu.

Sebagian mahasiswa seringkali terlambat dalam menjalani aktivitas kuliahnya. Mereka lebih suka mendahulukan bermain games hingga larut malam daripada belajar. Walaupun di esok harinya ada kuliah pagi.

Dampak lain yang paling umum dialami oleh mahasiswa adalah kecenderungan untuk lebih nyaman berkomunikasi melalui internet daripada secara langsung. Ia akan merasa lebih memiliki kedekatan dengan obyek komunikasi melalui internet, daripada berkomunikasi langsung. Hal ini akan memunculkan rasa asosial yang membuat seorang mahasiswa secara tidak langsung ‘menutup diri’.

Sebagai contoh adalah ketika seorang mahasiswa yang di kehidupan sehari-harinya hanya bermain facebook di pagi hari, bermain twitter di siang hari, bermain bbm-an di malah harinya.

Sebenarnya ada sisi positif dalam berkomunikasi melalui internet, namun semua punya waktu tersendiri. Jika hanya berhubungan dengan benda mati daripada berhubungan dengan manusia. Rasa emosi dan sosial menjadi kurang tajam dan mengakibatkan tidak peka terhadap lingkungan.

Disamping itu bermain komputer selam berjam-jam dapat menyebabkan kesehatan mata terganggu. Jika dibandingkan berapa waktu yang telah terbuang dan perawatan untuk kesehatan mata yang tidak sehat demi bermain games dan hal-hal yang tak berguna lainnya.

Hal tersebut akan berdampak bagi kelangsungan hidup dan kuliahnya. Tidak sedikit mahasiswa yang salah mengartikan untuk apa waktu digunakan. Apakah waktu seorang manusia hanya digunakan untuk bermain games dan komunikasi online saja? Ataukah waktu, seorang mahasiswa dituntut untuk hanya mengejar nilai kuliah saja? Banyak mahasiswa yang membiarkan dirinya tidak bisa memanfaatkan waktu karena ia lebih mendahulukan bermain games.

Sedemikian sehingga mahasiswa rugi secara tak langsung dan membuktikan bahwa dalam Al – Qur’an dinyatakan bahwa “Demi masa, sesungguhnya semua manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah, mengerjakan amal saleh dengan penuh kepatuhan, dan saling menasehati sesamanya untuk berpegang teguh pada kebenaran” (Q.S. Al Ashr : 1-3).

Dengan demikian mahasiswa yang baik akan menghargai waktu dengan memaksimalkan waktunya untuk saling bersilahturahim, saling menasehati dalam kebenaran serta saling menetapi dalam kesabaran. Dengan demikian Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan rahmat kepada kelangsungan hidup dan kuliah mahasiswa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s